Puisi: SATU MUHARRAM oleh Arqy Mansur
SATU
MUHARRAM
Oleh
: Arqy Mansur
Baru
kemarin sang bulan
melambaikan
tanggannya
Pada
seluruh tumbuhan
yang
merindukan eloknya
Sekarang,
sang bulan
kembali
menyapa mereka
Disuguhkannya
lembaran-lembaran baru
yang
ia sulam, mereka terpejam.
Mereka
menolak: jadi galak
Mereka
tak tahu
Bulan
mengulurkan tangannya
“aku
ingin mengambil lembaran dulu”
Mereka
diam
Daun-daun
mereka berguguran dengan sontak
Bunga-bunga
mereka layu mendadak
Batang-batang
mereka kering tak berserat
Buah-buah
mereka berjatuhan, pucat
Dengan
suara tersendat-sendat
Adakah
pintu taubat agar kami tak tersesat?
Bulan
kembali tersenyum

Komentar
Posting Komentar